Tips Untuk Bunda Dalam Memilih Baby Bouncer

Minggu- minggu dini pasca melahirkan, sang Kecil kerapkali membuat mama merasa sangat kecapekan. Tidak hanya mesti menyesuaikan diri dengan rutinitas baru, Mama pula perlu membiasakan jam tidur balita yang masih tidak menentu.

Belum lagi bila balita mama termasuk kategori balita yang senang digendong serta diayun- ayun saat sebelum tidur. Wah, kebayang ya gimana lelahnya. Untungnya disaat ini semakin banyak perlengkapan bantu yang dapat Mama pakai buat menidurkan balita. Salah satunya merupakan baby bouncer.


Baby bouncer ialah salah satu peralatan balita berbentuk tempat duduk yang dapat diatur posisi sandarannya dan bisa diayun- ayun.

Prinsip kerja perlengkapan ini sesungguhnya terbuat menyamai keadaan rahim mama di mana balita merasa aman dengan fashion ayunan pelan.

Banyak orangtua yang menyangka baby bouncer sangat bermanfaat buat menolong meringankan tugas mama dalam menjaga balita. Tetapi terdapat pula yang malah berkomentar kalau perlengkapan ini mempunyai resiko luka yang besar pada balita.

1. Keuntungan baby bouncer untuk balita serta Mama

Bagi beberapa riset, baby bouncer efisien membuat balita lebih tenang serta apalagi menolong balita tidur lebih kilat. Perihal ini diakibatkan gerakan mengayun pelan yang membuat balita seolah- olah terletak di dalam pelukan mama.

Balita mama hendak merasa lebih tenang dikala memandang wajah mama kala mengayun pelan kursinya. Ajak sang Kecil bicara, bernyanyi, ataupun hanya tersenyum padanya, karena balita bahagia mengamati pergantian ekspresi pada wajah mama.

Kala balita mama tiba umur 3 bulan di mana dia lebih aktif serta bahagia mengamati benda- benda di sekitarnya, saatnya Mama memakai mainan ataupun musik yang ada pada sebagian model bouncer.

Ajak balita mama bermain dengan boneka ataupun rattle yang bergantung pada bouncer buat menstimulasi mata serta motoriknya.

Ada pula khasiat baby bouncer untuk Mama pastinya meringankan tugas mama dalam menjaga sang Kecil. Dengan meletakkan balita di bouncer, Mama dapat melaksanakan kegiatan lain semacam membereskan rumah, memasak, makan, ataupun mandi.

2. Kerugian meletakkan balita di bouncer

Walaupun banyak khasiatnya, baby bouncer nyatanya pula mempunyai resiko lho, Ma. Suatu riset yang diterbitkan dalam Journal of Pediatrics mengatakan kalau baby bouncer dapat berdampak parah buat balita. Balita yang tertidur dalam bouncer tanpa pengawasan berisiko tercekik ataupun hadapi sesak nafas.

Sedangkan itu meletakkan balita yang berumur di atas 3 bulan di bouncer, berisiko membuat balita terjatuh, sekalipun Mama telah memasangkan sabuk pengaman.

Alasannya, di umur 3 bulan ke atas balita cenderung lebih aktif serta bahagia mengeksplor benda- benda sekitarnya.

Dikhawatirkan gerakannya bisa membuat bouncer terguling ke depan ataupun ke samping, serta membuat balita mama terjatuh ataupun terbentur.

Harga baby bouncer yang terkategori lumayan mahal pula membuat sebagian mama berpikir ulang dikala hendak membelinya. Alasannya, perlengkapan ini efisien digunakan cuma pada dikala bulan- bulan dini pasca kelahiran balita.

Tetapi sehabis balita mama mulai aktif serta tidak betah duduk berlama- lama, perlengkapan ini hendak tidak sering sekali digunakan.

3. Panduan memilah bouncer yang pas buat bayi

Nah, Mama telah tau kan pro serta kontra seputar konsumsi baby bouncer? Pada prinsipnya, kerugian ataupun resiko dari konsumsi baby bouncer dapat diminimalkan dengan bermacam metode.

Misalnya, menghindari resiko balita terjatuh dengan metode membenarkan balita senantiasa terletak dalam pengawasan dikala terletak di bouncer.

Sebaliknya buat jangka waktu konsumsi bouncer, Mama dapat memilah jenis baby bouncer yang mempunyai fitur tertentu sehingga bisa digunakan dalam jangka waktu yang panjang. Nah, berikut ini panduan memilah bouncer yang pas buat sang Kecil:

Seleksi bouncer dengan rangka ataupun penyangga yang kuat serta kokoh. Mama dapat memastikannya dengan meletakkan bouncer di lantai. Bila bouncer tidak beralih dikala fashion ayun ataupun getar dinyalakan, maksudnya bouncer tersebut nyaman digunakan.

Terdapat 2 tipe bouncer yang dapat Mama seleksi, ialah bouncer elektrik serta bouncer manual. Tiap- tiap mempunyai keunggulan tiap- tiap. Bouncer elektrik lebih instan, karena bisa mengayun secara otomatis dengan memakai listrik ataupun baterai. Sedangkan pada bouncer manual, Mama wajib menggoyangkan bouncer dengan tangan supaya sang Kecil merasa lagi diayun. Walaupun demikian, bouncer manual cenderung lebih ringan sehingga gampang dipindahkan dan biayanya yang jauh lebih murah dibanding jenis bouncer elektrik.

Cek posisi sandaran bouncer. Bila bouncer hendak digunakan buat balita mama yang baru lahir, hingga yakinkan sandaran bouncer bisa diatur sampai posisi rebahan semacam tempat tidur. Sangat tidak posisi sandaran bouncer tidak sangat tegak ataupun kaku sehingga berbahaya mengusik perkembangan tulang balik sang Kecil.

Yakinkan bouncer opsi mama mempunyai sabuk pengaman yang kokoh serta sanggup mengunci 2 bagian badan balita, ialah pinggang serta zona selangkangan. Model bouncer tertentu apalagi memenuhi sabuk pengaman di bagian bahu. Sabuk pengaman ialah elemen berarti yang wajib Mama perhatikan demi keamanan sang Kecil.

Yakinkan Mama memilah tempat duduk bouncer yang empuk serta dibuat dari bahan yang tidak panas serta gampang meresap keringat. Karena mutu bahan cover bouncer yang kurang baik bisa menimbulkan iritasi pada kulit balita dikala dia berkeringat.

Seleksi bouncer yang mempunyai fitur bonus. Misalnya semacam mainan berbentuk boneka ataupun rattle yang digantung, musik, ataupun fashion getaran. 

Post a Comment

0 Comments