Tips Membayar Zakat Firah Dan Zakat Maal

Menurut Bahasa, kata "zakat" bermakna tumbuh, bertumbuh, subur atau makin bertambah. Zakat datang dari bentuk kata "zaka" yang bermakna suci, baik, berkah, tumbuh, serta bertumbuh. Diberi nama zakat, sebab didalamnya terdapat keinginan untuk mendapatkan berkah, bersihkan jiwa serta memupuknya dengan beberapa kebaikan. Adapun zakat terbagi dua yaitu bayar zakat fitrah dan zakat maal.


Arti tumbuh dalam makna zakat memperlihatkan jika keluarkan zakat untuk karena ada perkembangan serta perubahan harta, penerapan zakat itu menyebabkan pahala jadi banyak. Sedang arti suci memperlihatkan jika zakat ialah mensucikan jiwa dari kejelekan, kebatilan serta pensuci dari dosa-dosa.

Dalam Al-Quran disebutkan, "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka" ( QS. at-Taubah [9] : 103 ).

Menurut arti dalam kitab al-Hâwî, al-Mawardi mendeskripsikan zakat dengan nama pemungutan khusus dari harta khusus, menurut karakter-sifat khusus, serta untuk dikasih ke kelompok khusus. Orang yang menunaikan zakat disebutkan Muzaki. Sedang orang yang terima zakat disebutkan Mustahik.

Asnaf ( 8 Kelompok )
 
Untuk instrumen yang masuk dalam salah satunya Rukun Islam, zakat tentunya mempunyai ketentuan mengikat dari sisi pengetahuan fiqihnya, salah satunya ialah pada siapa zakat diberi.

Dalam QS. At-Taubah ayat 60, Allah memberikan ketentuan ada 8 kelompok orang yang menerima zakat yakni seperti berikut :

1. Fakir ‐ Mereka yang hampir tidak mempunyai apa-apa hingga tidak dapat penuhi keperluan primer hidup.
2. Miskin ‐ Mereka yang mempunyai harta tetapi masih kurang untuk penuhi keperluan fundamen untuk hidup.
3. Amil ‐ Mereka yang kumpulkan serta mendistribusikan zakat.
4. Mu'allaf ‐ Mereka yang baru masuk Islam serta memerlukan pertolongan untuk memperkuat dalam tauhid serta syariah.
5. Hamba sahaya ‐ Budak yang ingin memerdekakan dianya.
6. Gharimin ‐ Mereka yang berhutang untuk keperluan hidup dalam menjaga jiwa serta izzahnya.
7. Fisabilillah ‐ Mereka yang berusaha di jalan Allah berbentuk pekerjaan ceramah, jihad dan lain-lain.
8. Ibnus Sabil ‐ Mereka yang kehabisan ongkos di perjalanan dalam ketaatan pada Allah.

Tipe zakat

Pada umumnya, zakat terdiri atas 2 ( dua ) yaitu zakat fitrah serta zakat maal. Lebih detil, zakat maal terbagi dalam zakat pendapatan / karier, zakat perdagangan, zakat saham, zakat perusahaan, dan sebagainya.

1. Zakat Fitrah

Zakat fitrah ialah zakat yang harus dikerjakan buat seorang muslim / ah yang telah dapat untuk menunaikannya. Zakat fitrah harus dikeluarkan satu tahun sekali di saat awal bulan Ramadhan sampai batas sebelum sholat hari raya Idul Fitri. Hal itu sebagai pembeda zakat fitrah dengan zakat yang lain.

Seperti tertera pada hadits Rasulullah SAW menjelaskan, "Barangsiapa yang menunaikan zakat fitri sebelum shalat Id karena itu zakatnya diterima serta barangsiapa yang menunaikannya sesudah shalat Id karenanya cuma dipandang seperti sedekah antara beberapa sedekah." ( HR. Abu Daud ).

Kandungan zakat fitrah : 2, 5 kg / 3, 5 liter beras

Zakat fitrah dikerjakan berbentuk beras atau makanan inti seberat 2, 5 kg atau 3, 5 liter per jiwa. Kualitas beras atau makanan inti harus sesuai kualitas beras atau makanan inti yang dikonsumsi kita setiap hari. Tetapi, beras atau makanan inti itu bisa ditukar berbentuk uang sejumlah 2, 5 kg atau 3, 5 liter beras.

2. Zakat Maal

Menurut bahasa, harta ialah segala hal yang diharapkan sekali oleh manusia untuk mempunyai, manfaatkan serta menyimpannya. Sedang menurut arti, harta ialah segala hal yang bisa dipunyai ( dikendalikan ) serta bisa dipakai ( digunakan ). Suatu hal bisa disebutkan dengan maal ( harta ) jika penuhi 2 ( dua ) ketentuan, yakni :

1. Bisa dipunyai, disimpan, dikumpulkan, dikendalikan..
2. Bisa diambil faedahnya sesuai ghalibnya. Contohnya rumah, mobil, ternak, hasil pertanian, uang, emas, perak, dan lain-lain.

Ketentuan harta yang harus di zakati yakni, punya penuh, makin bertambah atau bertumbuh, cukup nisab, lebih dari keperluan primer, bebas dari utang, serta telah berlalu setahun ( haul ).

Nisab zakat maal : 85 gr emas

Kandungan zakat maal : 2, 5%

Nisab zakat maal : Langkah hitung zakat maal :

2, 5% x Jumlah harta yang tersimpan sepanjang satu tahun

Contoh :

Bapak A sepanjang satu tahun penuh mempunyai harta yang tersimpan ( emas / perak / uang ) sejumlah Rp100.000.000, ‐. Bila harga emas sekarang Rp622.000, ‐ / gr, karena itu nishab zakat sejumlah Rp52.870.000, ‐. Hingga Bapak A telah harus zakat. Zakat maal yang penting Bapak A tunaikan sebesar 2, 5% x Rp100.000.000, ‐ # Rp2.500.000, ‐.

Post a Comment

0 Comments