Sudah pada galibnya, manusia adalah lumbung dari segala lupa. Lupa pada rupa, lupa pada duka, lupa pada suka. Manusia mengalami semua itu dalam berbagai aktivitas kesehariannya. Namun, ada satu produk budaya yang mampu menghapus dan mengobati sebagian dari lupa itu: sebuah foto.
Berkat sebuah foto, manusia bisa teringat lagi. Ingat pada rupa, ingat pada duka, dan ingat pada suka. Foto atau potret hidup manusia menjadi deretan imajinasi visual yang mengajak mereka untuk kembali menyusun sebuah kisah ataupun keluh kesah. Dalam situasi itulah, manusia seperti menemukan kembali kenyataan dirinya, biografi eksistensialnya.
Dalam potret hidupnya yang terbingkai pada foto, manusia bisa menemukan dan melihat masa-masa hidupnya yang telah...
Minoritas
Gus Dur memang benar. Ternyata, hidup sebagai minoritas itu susah. Maka, perjuangan Gus Dur membela kaum minoritas di persada Nusantara tercinta ini sungguh luhur.
Di luar pilihan dan kehendak diri sendiri, saya dilahirkan di bumi Indonesia sebagai manusia yang secara antropologis tergolong etnis Cina. Akibat lahir-batin bertumbuh-kembang di keluarga yang bersikap dan berperilaku budaya Jawa, semula saya tidak sadar bahwa berdasarkan statistik populasi Indonesia saya tergolong...
Read more...
Di luar pilihan dan kehendak diri sendiri, saya dilahirkan di bumi Indonesia sebagai manusia yang secara antropologis tergolong etnis Cina. Akibat lahir-batin bertumbuh-kembang di keluarga yang bersikap dan berperilaku budaya Jawa, semula saya tidak sadar bahwa berdasarkan statistik populasi Indonesia saya tergolong...
More Articles...
Page 1 of 3











All Esai
Antropologi